jump to navigation

Pengertian Perjuangan Buruh 29 Maret 2009

Posted by warungburuh in Tentang Serikat Buruh.
Tags:
trackback

Perjuangan buruh atau gerakan buruh sejati adalah perjuangan aktif yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama) oleh kaum bruh untuk memenuhi kepentingan sossial-ekonomi dan politiknya atau mempertahankan hak-hak dasarnya. Perjuangan kaum buruh bermuara pada persoalan: upah, waktu kerja, syarat kerja, dan kebebasan berserikat.

Tujuan dari perjuangan ini adalah untuk mengurangi penderitaan dan selanjutnya dapat mengubah nasib kaum buruh secara mendasar. Oleh karenanya, perjuangan bururh atau gerakan buruh sejati tidak dapat diusahakan sendiri-sendiri atau mengandalkan pada ketokohan satu dua orang buruh saja. Namun harus diusahakan secara kolektof dari persatuan dan solidaritas (kesetiakawanan) kaum buruh.

Satu-satunya cara agar buruh dapat keluar dari penindasan dan penghisapan kapitalis adalah dengan bangkit berjuang untuk mendapatkan hak-haknya. Pasrah pada keadaan, berarti tinggal menunggu waktu saja untuk di-PHK, tanpa mendapatkan apa-apa. Hak-hak buruh yang selama ini dicuri oleh kaum kapitalis tidak akan pernah bisa didapatkan dengan berdiam diri menunggu kebaikan hati kaum kapitalis ataupun pemerintah, ataupun dengan meminta-minta kepada mereka yang jelas-jelas menjadi sumber penderitaan kaum buruh. Perjuangan kaum buruh jelas tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi dengan membangun kebersamaan melalui organisasinya yaitu Serikat Buruh yang sejati, militan, demokratis dan patriotik..

Tidak ada jalan lain, ketika penghisapan dan penindasan terus saja terjadi, maka kaum buruh harus bersatu di dalam suatu wadah (alat) perjuangan, yaitu organisasi (SERIKAT BURUH). Serikat buruh adalah tempat dimana kaum buruh dapat menyatukan kekuatannya yang selama ini dicerai-beraikan oleh kaum kapitalis, untuk dapat merebut, melindungi dan mempertahankan hak-haknya yang selama ini dicuri dan dirampas oleh kaum kapitalis. Kekuatan kaum buruh ada di dalam persatuannya (kesolidan dan kekompakannya), di dalam semangat yang tak kenal lelah (militansi) di dalam memperjuangkan hak-haknya. Tidak ada yang tidak mungkin dapat diperjuangkan, ketika kaum buruh sudah sadar dan bersatu di dalam suatu wadah (organisasi) perjuangan.Karena dengan begitu, posisi kaum buruh akan kuat. Hal ini sudah terbukti dimana-mana, bahwa ketika kaum buruh bangkit berjuang, maka kemenangan demi kemenangan akan dapat diraih. Dengan demikian, kesejahteraan yang selama ini menjadi keinginan kaum buruh, sedikit demi sedikit akan tercapai.

Serikat buruh yang dibangun haruslah serikat buruh sejati, kuat dan besar, yang dibangun oleh buruh dan untuk kepentingan kaum buruh sendiri, yaitu kepentingan akan terbebasnya kaum buruh dari belenggu penindasan. Yang harus diingat, bahwa terbebasnya kaum buruh dari belenggu penindasan, adalah juga membebaskan rakyat Indonesia dari penderitaannya. Ini adalah tugas yang sangat mulia, dimana perjuangan kaum buruh, adalah juga memperjuangkan kesejahteraan seluruh rakyat tertindas di Indonesia.

Umumnya ketakutan kaum buruh ketika akan menuntut hak-haknya adalah kehilangan pekerjaan, dan dengan demikian kehilangan sumber pendapatan. Hal yang harus dipahami adalah, berjuang atau tidak berjuang, berorganisasi atau tidak berorganisasi, nasib kaum buruh selalu terancam oleh PHK, pemutihan, di-rumahkan tanpa diberikan upahnya, dan kesewenang-wenangan lainnya.. Dapat dibuktikan, perusahaan besar dan mapan sekalipun, tidak ada jaminan bahwa buruhnya akan terus bekerja. PHK, adalah ancaman yang selalu ada bagi kaum buruh, di tengah sistem masyarakat yang masih menindas dan pemerintah yang masih belum berpihak kepada kaum buruh seperti sekarang ini.

Ketika buruh diam saja dan pasrah akan nasib yang selalu ditindas, maka buruh hanya memiliki satu pilihan : TERUS MENDERITA DAN DIRAMPAS HAK-HAKNYA! Tetapi, apabila kaum buruh berani untuk bangkit, berorganisasi dan memperjuangkan hak-haknya, maka kaum buruh memiliki pilihan lain, yaitu DAPAT KELUAR DARI PENDERITAAN tersebut. Di-PHK ketika kita berjuang, lebih baik daripada di-PHK tanpa adanya perlawanan sama sekali. Karena ketika kita mau memperjuangkan hak kita, maka pasti ada hasil yang dapat kita raih.

Bertanya dan berpendapat kepada pihak perusahaan, mendirikan organisasi, berunding dengan pihak perusahaan, mogok, aksi mobilisasi massa (demonstrasi), adalah hak kaum buruh yang sebenarnya telah dijamin didalam Undang-Undang. Jadi, tidak ada hal yang harus ditakutkan, karena kita berjuang adalah untuk hak-hak kita, kita berjuang sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang, adalah untuk kesejahteraan yang seharusnya dijamin oleh negara, adalah untuk kebaikan dan kebenaran.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: